Jan 25
Ksatria Leonidas, hanya bersenjatakan pakaian dari kulit. Memimpin kelompok yang terdiri dari 13 Spartan untuk melindungi tanah mereka melawan kaum Persia (terdiri dari basrisan Ghost Rider, Rocky Balboa, Transformers dan Paris Hilton)
sekonyol apa yah kira2 :)
Jan 4
Teman wanita menyatakan perasaannya pada anda? Jangan panik dan tetap tenang. Pertama pastikan bahwa apa yang dikatakannya sesuai dengan tanda-tanda yang ada pada wajahnya.
Seorang wanita jauh lebih ‘halus’ daripada seorang pria. Jika seorang pria tertarik pada seorang wanita, maka anda dapat membacanya di wajahnya semudah membaca koran. Tetapi wanita sangat berbeda. Mereka melakukan hal-hal kecil. Sentuhan kecil, senyum malu-malu, terkadang komentar seperti ‘Kamu cakep deh.’
Tetapi kemudian tanda-tanda itu hilang. Wanita memang seakan selalu bersikap seperti bahwa mereka tidak yakin. Mereka tidak menyiarkan sinyal secara terus menerus yang menyebabkan seorang pria mampu ‘membaca’ dengan jelas. Tetapi ketika mereka memang mengirimkan sinyal, hal ini sangat mudah terlihat.
Kebanyakan cowok akan menyambutnya dengan tindakan yang menyebabkan sinyal itu berhenti, yang akhirnya akan malah semakin membingungkan. Wanita tidak sekonsisten pria. Seorang wanita dapat terlihat seakan sangat tertarik pada suatu menit, tetapi pada menit berikut terlihat segan dan menjauh.
Jika ia mengatakan ‘aku suka kamu’ tidak berarti hal itu berarti ia suka pada anda tanpa peduli apapun. Lebih baik menterjemahkan perkataan halus ‘aku suka kamu’ sebagai ‘aku suka kamu sementara ini, tapi jika kamu mulai bertingkah seperti orang bodoh atau brengsek, maka perasaan suka-ku akan hilang saat itu juga.’
Sayangnya, kebanyakan pria menanggapi sinyal ‘Aku suka kamu’ sebagai ‘kamu telah memenangkan hatiku, maka kamu sekarang boleh melakukan apapun.’
Lalu mereka pun mulai melakukan hal-hal bodoh yang merusak semua kesan pertama. Wanita sering melihat para pria merusak situasi yang sempurna hanya karena mereka tidak mengerti konsepnya. Baik, mari kita lihat suatu contoh:
Seorang pria mengajak seorang wanita keluar bersama. Sepanjang perjalanan ia menggodanya dan berusaha menarik hatinya. Dan ketika si wanita mengatakan ‘aku suka kamu’ maka umumnya si pria akan berfikir ‘kena juga akhirnya.’
Maka segera si pria akan bertingkah lain. Ia mulai memuji-muji, Ia segera berubah ‘lebih manis.’ Lalu apa yang dipikir si wanita ketika semua itu terjadi? Tentunya ia berpikir ‘Oh, oh, semua tindakan dia yang tampak tenang, kalem dan menarik hanyalah selubung untuk menutupi dirinya yang sebenarnya payah, yang disembunyikan dan menunggu waktu untuk tampil begitu aku tampak setuju.’
Wanita tahu bahwa mereka memegang kendali situasi. Atau setidaknya sebagian besar kendali ada ditangan mereka dan mereka berfikir bahwa mereka sedang memegang kendali walaupun mereka sebenarnya tidak memegang kendali itu. Mereka selalu menggunakan cara komunikasi yang berbeda untuk menguji dan ‘merasakan’ keadaan yang berlangsung.
Ingatlah, sebagian besar dari sesuatu yang anda ucapkan, yang anda pikir sesuatu yang manis, menyenangkan dan orisinil, sebenarnya sesuatu yang sudah didengarnya 47 kali dari orang lain dalam minggu itu. Tingkah para pria sebenarnya sangat mudah ditebak. Wanita sangat mudah tahu apakah anda memang hanya orang bego lain yang berpura-pura cool.
Seorang cowok sangat sulit menerima kenyataan, tetapi inilah situasi sebenarnya. Ada sesuatu yang disebut wanita sebagai ‘Ketegangan Seksual’ yang juga dikenal dengan “Chemistry” atau “Ketertarikan” juga. Tetapi hanya wanita yang mengetahui hal ini.
Ketika anda menggoda wanita, membuat dia tertawa, jual mahal, bertingkah tidak terduga dan sebagainya, dalam cara yang pas, anda akan membangun ‘tegangan’ ini. Hal inilah yang umumnya akan menyebabkan seorang wanita berkata sesuatu seperti ‘kamu cakep’ atau ‘aku suka kamu.’ Tegangan itulah yang menyebabkannya berkata dan merasa demikian.
Dalam situasi yang sangat khusus seperti ini, anda perlu meningkatkan tegangannya. Kuatkan tegangan yang ada. Jangan memadamkan api yang mulai menyala dengan mengatakan kamu juga cakep kok’ atau ‘aku juga suka kamu’. Atau tersenyum seperti orang bego yang baru pertama kali melihat pelangi.
Hal-hal seperti ini melepas ketegangan yang mulai terbangun, dan biasanya akan menarik perasaan ketertarikan dari diri si wanita, dan pada saat itu juga membunuh perasaan itu. Apakah hal ini masuk akal dan logis? TIDAK!! Tetapi itulah yang terjadi.
Baik, lalu bagaimana cara yang benar untuk menangani situasi seperti ini. Ingat bahwa teganganlah yang menyebabkan seorang wanita merasa dan membuat komentar itu bukan, dan bahwa anda perlu memperkuat tegangannya ketika anda mendapat respon positif?
Suatu ketika, ada suatu adegan di dalam film yang mengilustrasikan konsep ini secara sempurna. Nyatanya, adegan itu mungkin adalah adegan contoh terbaik sepanjang masa mengenai prinsip ini yang dituangkan kedalam rekaman film. Ingat bagian akhir “The Empire Strikes Back” ketika akhirnya mereka akan membuat Han Solo berasa dibekukan?
Ingat ketika akhirnya Leia berkata ‘Aku cinta kamu’? Ingat apa kata Han? Ia berkata’.. ‘Aku tahu’.

Sempurna

Semua ketegangan seksual yang terbangun di Star Wars dan Empire berpuncak dalam pengakuan Leia atas cintanya. Dan Han berkata ‘Aku tahu’. Luar biasa!!!! Bayangkan diri anda adalah Leia. Apa yang terjadi pada dirinya saat itu? Jawabannya susah sekali dimengerti. Jawabannya memiliki berbagai implikasi. Membingungkan.
Jawabannya berkata ‘Aku tahu kamu mencintai aku, karena sudah jelas sekali dari sejak lama…’ Tetapi Han Solo tidak membiarkan Leia mengerti bagaimana perasaan Han sebenarnya. Hal ini membutuhkan banyak pemikiran. Hal ini akan membangun ketegangan tadi. Luar biasa.
Sebetulnya ketika mereka memfilmkan adegan itu, Han seharusnya menjawab dengan kata-kata ‘Aku juga mencintaimu’, tetapi sutradaranya tidak menyukai hal itu. Mereka mencoba berbagai cara, dan akhirnya Harrison Ford mengarang sendiri kata-kata itu di salah satu pengambilan adegan dan akhirnya mereka menggunakannya.
Salah satu alasan utama mengapa film film terbaru dalam seri Starwars buruk, karena tidak ada lagi karakter seperti Han. Semuanya hal-hal yang membosankan dan mudah ditebak. Tidak ada lagi karakter yang seksi, sombong, lucu, dan liar, yang suka mengacaukan semuanya.
Dalam “Attack Of The Clones”, Anakin telah membunuh seluruh penduduk desa Sand People demi menunjukkan kepada Putri A, bahwa dia bukan orang bego. Akan jauh lebih mudah dan lebih menghibur jika saja ia memiliki sedikit karakter.
Jika anda keluar dengan seorang wanita, dan menggodanya karena ia memakai sepatu dengan hak 4 inci tingginya dengan mengatakan, Apakah kamu terlihat pendek tanpa sepatu itu’ maka biasanya ia akan membuka mulutnya dengan kalimat klasik ‘Oh…’
Pada momet ini usahakan jangan pandangi dia, lalu coba naikkan levelnya dengan mengatakan “Oh, maaf.. ternyata tidak begitu’ maka ia akan memukul anad lembut. Lalu ia akan berhenti sebentar, meletakkan tangannya pada lengan anda dan berkata ‘Tau nggak? Kamu lucu lho…’
Apa yang anda lakukan? Katakan ‘Ya.. aku tau itu’ dengan nada yang serius. Atau, ‘Jangan coba pakai pujian untuk membuat aku semakin suka sama kamu. Nggak akan berhasil, mending coba pake duit atau hadiah.’
Atau liat tangannya, mundur sedikit, pandang dia, dan kerutkan kening seakan anda berkata ‘apa sih yang kamu lakukan? megang-megang kayak gitu?
Setelah menaikkan tegangan yang muncul, maka perkuat tegangan tersebut. Jika nada memperkuat tegangan dan ketertarikan pada setiap kesempatan menarik seperti ini, banyak hal baik akan timbul. Anda belum yakin .. cobalah!!!
Jan 3
Para ahli di Perancis telah berhasil menemukan adanya hubungan antara kelebihan berat badan dan kemampuan intelektual seseorang. Hasil penelitian ini, seperti tercantum pada jurnal Neurology, menunjukkan bahwa orang-orang pada usia middle-aged (sekitar 40-65 tahun) dengan indeks massa tubuh yang tinggi, atau obesitas, memiliki nilai yang lebih rendah pada tes kemampuan intelektual. Tidak hanya itu, orang-orang yang memiliki indeks massa tubuh yang tinggi juga mengalami penurunan daya ingat akibat bertambahnya usia yang lebih parah.
Indeks massa tubuh (IMT) sendiri merupakan nilai perbandingan antara tinggi dan berat badan seseorang yang digunakan untuk menentukan tingkat obesitas. Seseorang yang memiliki IMT ≥ 25 menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami kelebihan berat badan.
Kemampuan intelektual yang paling berkaitan dengan berat badan adalah daya ingat. Di dalam penelitian ini, para subjek yang berada pada usia middle-aged diminta untuk mengingat 16 buah kata. Setelah beberapa saat, mereka diminta untuk menuliskan kembali kata-kata tersebut. Tes ini dikenal sebagai delayed free recall. Ternyata, para subjek dengan indeks massa tubuh yang lebih kecil (IMT 15-21.5) dapat mengingat 9 dari 16 buah kata tersebut sedangkan para subjek dengan indeks massa tubuh yang tinggi (IMT 27.7-45) hanya dapat meningat 7 buah kata.
Hubungan antara obesitas dan kemampuan intelektual ini diyakini karena obesitas berkaitan dengan kurang baiknya metabolisme hormon insulin di dalam tubuh. Hormon insulin berkaitan dengan metabolisme glukosa, yang merupakan sumber energi terpenting bagi otak. Obesitas juga berkaitan erat dengan penyakit kardiovaskular, termasuk penyumbatan pada pembuluh darah. Hal ini dapat mempengaruhi pembuluh darah di otak sehingga otak tidak berfungsi dengan baik.
Hasil penelitian lain, seperti tercantum pada jurnal Eating and Weight Disorders, juga menemukan hal yang sama. Penelitian ini menggunakan subjek dengan rentang usia yang lebih luas (21 hingga 82 tahun), dan menunjukkan bahwa kaitan antara obesitas dan penurunan daya ingat tidak dipengaruhi oleh usia.
Nah Sekarang bertambah lagi satu alasan baru bagi Anda yang memiliki kelebihan berat badan untuk semakin berjuang menurunkan berat badan Anda. Jalanilah gaya hidup yang sehat dengan mengatur pola makan dan berolahraga secara teratur. Kurangilah asupan kalori makanan Anda dengan menggantinya dengan meal replacement dengan kalori terkontrol dan nutrisi seimbang. Jangan sampai berat badan yang berlebih itu membuat Anda menjadi pikun!
Jan 2

Mungkin kata satu ini sudah sering kita dengar. Narsis. Bahkan, ada seorang artis remaja yang ngaku terang-terangan kalau dia memang narsis. Mungkin narsis yang kamu tahu cuma sebatas pada sifat mencintai diri sendiri. Bener nggak sih? Sebenarnya apaan sih narsis? Boleh dibilang nih narsis adalah orang yang memuja dirinya sendiri. Orang seperti ini sangat mencintai dirinya secara berlebihan dan tak peduli dengan orang lain.

Kalau Ibu Dra Roslina Verauli MPsi bilang, ”Orang yang narsis juga merasa dirinya lebih tinggi dibanding orang lain.” Psikolog dari Empati Development Center menilai narsis sudah tergolong ke dalam gangguan kepribadian.

Beda nggak sih narsis dengan percaya diri? Ternyata, beda banget. Percaya diri adalah sikap yang penting untuk dimiliki. Sedangkan, narsis perlu kamu jauhi.

Narsis sendiri, kata ibu psikolog kita yang biasa disapa Bu Vera ini, bisa muncul pada seseorang akibat berbagai penyebab. Seperti akibat faktor kepribadian karena ini memang bawaan lahir. Seperti genetik gitu. Selain itu, narsis pun bisa muncul karena faktor lingkungan. Misalnya saja, gara-gara terlalu diperlakukan istimewa oleh orang tuanya seperti memperlakukan putri atau pangeran. Padahal, keadaannya biasa-biasa aja. Nah, biar jelas, Bu Vera mengungkap ciri-ciri orang yang tergolong narsis.

* Orang narsis merasa lebih penting dan besar dibanding orang lain. Contohnya, dia merasa paling hebat dalam hal prestasi, bakat, dan karier.
* Punya fantasi untuk mencapai sukses dan kekuasaan yang sangat tinggi. Walaupun hal itu mustahil untuk bisa dicapai.
* Merasa dirinya begitu unik dan beda dengan yang lainnya. ”Dia akan merasa lebih tinggi statusnya serta lebih cantik atau ganteng dibanding orang lain,” papar alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.
* Selalu merasa butuh pengakuan yang berlebihan dari orang lain.
* Mereka yang narsis selalu berharap yang tak masuk akal untuk diperlakukan oleh orang lain. ”Orang yang narsis selalu ingin diperlakukan istimewa, meski dirinya sebenarnya tak istimewa.”
* Narsis juga cenderung manipulatif dan selalu mengeksploitasi orang lain untuk kepentingan dirinya.
* Nggak bisa berempati pada orang lain. Ya, orang seperti ini nggak akan merasa peduli dengan apa yang menimpa orang lain. Misalnya saja, bila ada temannya yang terkena musibah, orang narsis tak akan peduli.
* Selalu arogan.

Kalau kamu merasa punya lima saja ciri-ciri seperti itu, sori banget nih berarti kamu sudah tergolong narsis. Seperti Bu Vera udah bilang, narsis itu termasuk gangguan kepribadian. Tentu saja nggak sehat dan harus segera diatasi dengan cara berkonsultasi dengan psikolog.

”Tapi, kalau masih di bawah lima (ciri), masih tergolong kecenderungan narsis,” tutur penulis buku berjudul I Was An Ugly Duckling, I Am A Beautiful Swan ini.

Biasanya nih, kata dosen psikologi di Universitas Tarumanegara Jakarta ini, orang yang narsis akan sangat sulit untuk beraktivitas. Bahkan, perkembangan sosialnya juga akan terganggu. ”Orang yang narsis tentu nggak akan bisa bersosialisasi,” paparnya. Sehingga, ia akan selalu terhambat dengan dirinya sendiri.

Bisa ditebak dong, kalau kita punya sifat seperti ini, teman-teman kita bakal lebih suka ngacir daripada berakrab-akrab. So, lebih baik pelan-pelan mulai kikis abis sifat seperti ini. Bergaul dengan banyak orang tanpa membeda-bedakan pasti jauh lebih asyik deh. Nggak percaya? Coba aja.

‘Low Profile Aja Deh’

Kata narsis kayaknya tidak ada dalam kamus Nadia Indriana Chaidir, siswi SMA Dwi Warna Boarding School Bogor. ”Kalau sudah narsis, itu namanya takabur,” katanya.

Padahal, dia punya seabrek potensi untuk jadi narsis. Pemenang kontes Puteri Sains 2005 ini nggak cuma punya otak encer, tapi penampilannya juga enak dilihat.

Soal ini, Nadia cuma bilang semua yang dimilikinya itu adalah amanah dan karunia dari Sang Pencipta. ”Alhamdulillah, Allah karuniakan semua ini kepada saya,” ujar gadis kelahiran Jakarta, 10 September 1988 ini. Nadia bahkan mengaku nggak suka dengan sikap yang mengarah pada narsis.

Tapi, cewek yang bercita-cita menjadi dokter ini juga bilang mencintai diri sendiri memang penting. Tapi, nggak berlebihan, dong. Kalau ada temannya yang narsis, Nadia mengaku sangat menyayangkan. Bagi dia, kelebihan yang dimiliki seseorang nggak akan ada artinya kalau muncul sifat narsis. ”Sikap narsis itu justru akan menjadi nilai minus bagi seseorang,” kata Nadia yang langganan menyabet gelar juara ini.

Nadia mengaku punya teman yang cenderung narsis. ”Teman saya itu memang cantik dan pinter banget. Sayangnya agak narsis,” ucapnya. Melihat temannya yang selalu membanggakan dirinya itu, Nadia mengaku cuma bisa ketawa saja. ”Cukup menilai dalam hati.”

Kalau Karina Rachmadini punya pendapat sendiri. ”Setiap orang memang memiliki kecenderungan untuk narsis. tapi lebih baik normal aja deh,” kata siswi kelas II SMAN 46 Jakarta yang biasa dipanggil Karin ini. Soalnya, mencintai diri sendiri sebenarnya normal-normal saja. Asal, nggak berlebihan. Nah, kalau orang narsis biasanya cenderung mengabaikan orang lain. Kalau sudah begini nih, sikap narsis akan merugikan diri sendiri.

Bagaimana bila temanmu ada yang narsis? Buat Karin, hal itu nggak jadi masalah. ”Asalkan, sikap narsisnya itu nggak ngeganggu gue,” kata cewek yang ternyata pernah meraih juara lomba MTQ ini. Punya teman yang narsis? ”Ada dong,” kata Karina. Ada beberapa malah. ”Aku cuma menyayangkan aja. Seharusnya kan, kita selalu low profile,” tuturnya.

Karin punya jurus sendiri untuk mengatasi munculnya narsis. Kata dia, sebagai seorang Muslimah dirinya selalu bersyukur atas nikmat dan kelebihan yang diberikan Allah SWT. Cewek yang bercita-cita jadi penulis ini selalu menyadari bahwa di atas dirinya ada yang lebih tinggi. Ya, di atas langit memang ada langit. Dengan begitu, nggak ada deh yang bisa disombongkan.

Jan 1

HAPPY NEW YEAR 2008,